Memahami Mode Auto dan Scene pada Kamera Digital

Saat ini fotografi digital makin banyak diminati. Mereka rela merogoh kocek lebih untuk mendapatkan kamera, lensa serta aksesoris pendukung. Bukan hanya pelajar dan mahasiswa saja yang kini hobi fotografi. Para pengusaha, professional pun tak mau kalah mengabadikan momen yang mereka inginkan.

Apa Itu Mode Pengoperasian Kamera?

Mode pada kamera digital memungkinkan kita mengontrol parameter eksposur, khususnya shutter speed, aperture dan ISO yang merupakan parameter dasar fotografi. Beberapa mode secara otomatis menentukan besaran tersebut, namun mode yang lain memungkinkan kita mengontrol secara manual sesuai selera kita. Dahulu saat belum ada mode kamera, fotografer harus menentukan sendiri semua parameter shutter speed, aperture dan memilih jenis film yang akan digunakan.

Mode auto saat ini sudah lumayan handal untuk sekedar menghasilkan foto yang benar dan Mode scene merupakan jalan tengah bagi fotografer yang ingin menambah kreativitas namun malas menggunakan mode manual.

Mode auto dan mode scene yang sering di gunakan antara lain :

  1. Mode Auto (A) Pada intinya kita percayakan pemilihan keseluruhan setting (shutter-aperture-ISO-White Balance & Flash jika ada) pada otak di kamera. Kamera akan berusaha menebak karakteristik seluruh obyek dalam frame serta kondisi cahayanya lalu menentukan semua besaran setting diatas. Mode ini efektif untuk pemula, tetapi hanya menghasilkan foto yang benar namun bukan luar biasa.
  2. Mode Portrait (Gambar ikon kepala wanita) Kamera akan memilih DOF yang sempit (angka aperture kecil) sehingga obyek yang di foto akan terisolasi dari background, sehingga ruang fokus hanya akan berada pada subyek saja, sementara background terlihat kabur.
  3. Mode Macro (Gambar ikon bunga) Mode ini diperlukan saat kita ingin mengambil foto benda-benda kecil dari jarak dekat (close-up). Dengan mode ini, kita bisa mendekatkan  ujung lensa sedekat-dekatnya (biasanya antara 2-8 cm dari obyek) sehingga benda sekecil apapun akan terlihat cukup besar dan detail.
  4. Mode Sport (Gambar ikon orang berlari) Mode ini dirancang untuk membekukan gerakan. Di mode ini, kamera akan memperkecil shutter speed sekecil mungkin sehingga ketika membidik subyek bergerak  foto yang dihasilkan akan tetap tajam. Flash akan dimatikan dan hanya bekerja saat cahaya cukup.
  5. Mode landscape (Gambar ikon gunung) Mode ini adalah kebalikan dari mode portrait. Kamera akan menggunakan angka aperture sebesar mungkin, sehingga bidang fokus foto (Depth of Field – DOF) bisa seluas mungkin. Dengan begitu  keseluruhan bagian foto dalam frame akan tajam. Sesuai namanya, mode ini didesain dipakai saat kita memotret pemandangan alam, namun juga bisa digunakan saat memotret orang namun kita ingin background tetap terlihat tajam.
  6. Mode Night (Gambar ikon bintang atau bulan) Mode ini didesain untuk bekerja dalam kondisi cahaya yang minim, baik saat malam maupun kita berada dalam ruangan yang remang.  Kamera akan menaikkan ISO supaya dalam kondisi remang pun sensor masih mampu menangkap cahaya dengan baik, mode ini juga berusaha membuat shutter speed yang lebih lama sehingga gambar tidak terlalu kabur dan biasanya secara otomotis flash bawaan kamera akan ikut menyala.
  7. Mode Beach / Snow Menyeimbangkan eksposur supaya putih-nya salju atau pasir pantai tidak kehilangan detailnya dan tidak terlalu pucat dengan menaikkan eksposur. White balance diset di sinar matahari.
  8. Mode Fireworks Tanpa flash, shutter speed diset lumayan lama untuk merekam pergerakan percikan kembang api dengan baik. Mode ini sebaiknya diimbangi dengan memakai alat bantu untuk menstabilkan kamera supaya tidak goyang, misalnya tripod.
  9. Mode Panorama Memotret urutan foto yang nantinya akan digabung sebagai panorama.

Bila anda menemukan banyak sekali pilihan scene mode, setidaknya kenalilah scene mode mana yang menurut anda paling diperlukan. Tiap kamera mestinya memiliki scene mode mendasar seperti yang diuraikan di atas, dan scene mode lainnya meskipun juga bermanfaat namun tidak terlalu berbeda bila diambil dengan mode auto. (Agus Budiyanto)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s